Tampilkan postingan dengan label Pengurus Taman Baca An Naafi'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengurus Taman Baca An Naafi'. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2012

Hasrini

HASRINI
10 Agustus 1994
Universitas Hasanuddin
Kimia "12"

Saya masih ingat bagaimana An-Naafi' ketika pertama kali saya berkunjung, masih sangat sederhana, dengan 1 rak berwarna putih yang menopang buku-buku yang jumlahnya belum mencapai ratusan. Walaupun masih sederhana, namun saya tidak menyangka bahwa ada tempat seperti ini di kota Timika. Tempat dimana para pecinta buku berkumpul untuk menuangkan hobi membaca mereka.

Mengenal An-naafi' itu berawal dari ajakan kak Laras, lalu saya menjadi member Taman Baca An-Naafi'. Sejak itu, kecintaan saya terhadap membaca semakin meningkat. Buku pertama yang membuat saya terkesan adalah buku berjudul "setengah isi setengah kosong".

Setelah itu, saya pun mulai menyempatkan diri untuk berkunjung ke An.naafi' untuk meminjam buku. Sampai pada akhirnya saya pun menjadi pengurus Taman Baca An-naafi. Jujur saja, saya sangat terkesan ketika mengetahui bagaimana An.naafi' dibangun. Saya tidak menyangka bahwa ada anak muda pelajar Timika yang mempunyai ide dan impian luar biasa untuk membangun wadah seperti ini.

Selain itu, hal yang saya sukai dari An-Naafi' adalah saat-saat ketika kami para Nafiz berkumpul dan saling sharing tentang impian dan harapan-harapan kita dengan ditemani kripik atau gorengan yang membuat keakraban kita semakin erat. Saya sangat senang bisa bertemu dengan orang-orang para pemimpi seperti para Nafiz. Orang-orang yang mempunyai mimpi dan berusaha mewujudkannya. Hal ini membuat saya menjadi pribadi yang lebih optimis.

Bagi saya An-Naafi' adalah organisasi paling berkesan yang pernah saya ikuti. Organisasi yang mandiri yang dibangun dengan semangat para perintis, pengurus, dan penerusnya.

An-Naafi' juga sudah seperti rumah kedua bagi saya. Banyak hari-hari yang saya lewati di An-Naafi' untuk belajar, kerja kelompok, diskusi, dan berkumpul dengan para Nafiz. Suka, duka, tawa, tangis, canda semua pernah saya lewati bersama Nafiz.

Buat teman-teman seangkatanku, jangan lupa yah ceritakan pada teman-teman kampus kalian tentang An-Naafi', buat mereka berdecak kagum dengan kota kecil Timika yang ternyata memiliki wadah penuh potensi yang kini telah berdiri selama 3 tahun.

Buat kakak-kakak pembimbing An-Naafi', terimakasih atas perjuangan kakak-kakak hingga An-Naafi' dapat terbentuk dan bertahan hingga hari ini.

Dan buat adik-adikku, terimakasih atas semua kerja keras kalian untuk membuat An-Naafi semakin bermanfaat.
Semangat yah adik-adikku, jangan pernah bosan untuk datang ke An-Naafi'. Yakinlah bahwa kalian akan lebih berarti jika kalian bermanfaat bagi orang lain.
Lanjutkanlah tongkat estafet dari kakak-kakak yang kini telah menempuh pendidikan di luar Timika. Kalian adalah orang-orang terpilih yang nantinya pasti akan menjadi generasi muda yang mampu mengubah dunia.
Oh ya kakak pernah baca tulisan di internet bahwa ada 3 hal pada hari ini yang akan menentukan hidupmu di masa depan, yaitu : 1. Buku yang kamu baca, 2. Orang yang kamu temui dan, 3. Pilihan yang kamu buat.
Dan di An-Naafi' kita bisa membuktikan itu.

Kakak-kakak yakin Kalian pasti bisa membuat An-Naafi' menjadi lebih baik.
Absolutely YESS!

FB: Klik Disini!
Twitter: Klik Disini!

Senin, 13 Agustus 2012

Lika Purwanti

Lika Purwanti
24 Maret 1995
Teknik Informatika "12"


Buat saya menjadi pengurus Taman Baca An-nafi merupakan suatu kebanggaan karena bisa menjadi bagian dari generasi muda yang mempunyai semangat untuk membangun Timika menjadi lebih baik dalam hal minat baca. Semoga dengan adanya Taman Baca An-naafi minat baca khususnya pelajar Timika bisa meningkat, karena ada peribahasa yang mengatakan bahwa "buku adalah jendela dunia". Oleh karena itu, teruslah membaca ! 

Meskipun bergabungnya karena dipaksa teman tetapi lambat laun saya mulai tertarik untuk lebih mengenal Taman Baca An-naafi. Banyak manfaat yang saya dapatkan selama bergabung menjadi pengurus periode 2010-2011. Salah satunya mendapatkan teman dari berbagai sekolah yang juga bergabung menjadi pengurus di Taman Baca An-naafi , rasa kekeluarga antara pengurus dengan pengurus, pengurus dengan member yang mungkin tidak saya rasakan diorganisasi lainnya, serta membuat saya lebih gemar membaca dan lebih mengetahui akan pentingnya membaca.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa minat baca masyarakat Timika masih rendah tebukti selama saya menjadi pengurus Taman Baca An-naafi masih kurangnya pengunjung yang datang setiap harinya. Oleh karena itu, diharapkan dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah agar membantu berkembangnya Taman Baca An-naafi kearah yang lebih baik. Dan buat pengurus yang sekarang, teruslah bersemangat dalam mewujudkan misi Taman Baca An-naafi.

SEMAANGATTTT .. :) :)

FB: Klik Disini!
E-mail: lika_purwanti@yahoo.co.id

Minggu, 12 Agustus 2012

Nian Undayani Sarsa


Nian Undayani Sarsa
12 Desember 1994
Kimia “12”
Life Motto: “KEYAKINANMU yang menjadikannya NYATA”

⊳Bulan ini di 3 tahun yang lalu 
Aku baru saja beranjak dari massa ‘putih biru’ ke massa ‘putih abu-abu’. Ya, massa SMA. Massa yang paling indah. Begitulah kata sebagaian besar atau mungkin hampir semua orang yang pernah merasakannya. Bagaimana denganku? Yups, tak jauh berbedah dengan mereka.

Hari ini belum genap 1 bulan aku mengenakan atribut kebanggan itu, dan rasa bahagia terus meliputiku. Bagaimana tidak, setelah 2 tahun berpisah dengannya, akhirnya aku bisa kembali satu sekolah dengannya. Deasy Larasandi, dialah inspiratorku selama ini (Eciyee, suit suit. Haha).

Detik berganti menit. Menit berganti jam. Jam berganti hari. Akhirnya hari bersejarah itu pun tiba. Senin, 17 Agustus 2009, hari dimana impian kecil dan sederhana menjadi kenyataan. Dan bahkan, kini impian itu menjadi jauh lebih besar, jauh lebih besar, jauh lebih besar dari sebelumnya. Horeeee ∖(^o^)/ , Taman Baca An Naafi’ telah dilahirkan setelah melalui operasi sesar yang membuat jantung dagdigdug syeer *Nari-nari ditengah jalan raya* (Mulai deh lebaynya. Haha).

Tapi, saat pertama kali terbentuk, aku belum bergabung sama mereka :-( *mewek disudut ruang kosong tak berpenghuni* (Cupcupcup. Jangan mewek yaa, Yann. Haha). Setelah beberapa hari diresmikan barulah aku bisa bergabung.

“qAqa qAqa, aQyu maw t4Hu, gIm4nAa c3RithAaanYa qaqa Bi5Aa g4BuNngg s4Maa TBA?”
“Gubraaaaaaaaak. Alay. Well, karena aku cantik, baik, imut, lembut, sopan, care, jadi aku ceritain deh lengkaaap buat kamu :3 *pasang muka imut* ”
“ *nimpuk make drum berisi batu* (-_- ) ”

Ok, pembaca yang kecenya nggak ketulungan. Sebenarnya awal kisah aku mulai gabung dengan TBA itu pas aku ditawarin sama Inspiratorku itu. Aku lupa detail percakapan antara aku dan dia. Tapi, intinya aku diajak gabung ke TBA. Nah, the eng to the ing to the eng alias singkat cerita bergabunglah aku dengan TBA. Waktu awal-awal jadi pengurus TBA itu aku barengan sama JUPHE (Julianti Eka Putri Hetharia), Si Item Ndut (Muhammad Fajar Rmadhan) dan ASAPZ (Andi Saputra Zulkifki). Aku jadi teringat deh, pas waktu itu pembentukan pengurus TBA Angkatan Pertama. Waktu itu suasana TBA kalo aku nggak salah ingat lagi mati lampu (maklum yaa, Timika lagi miskin listrik. Haha). Nah, yang datang hari itu sudah pasti ada Si cewek cakep (Aku dong), ada Mas Bro alias Masrudin, ada Kaka Ketos alias Eka Permana Putra (Ukhuuu. Hehe), ada My Inspirator alias Deasy Larasandi :* , ada siapa lagi yaa? *garuk-garuk kepala sampe putus* . Ah, lupa ah. Please jangan maksa aku untuk nginget. Aku ini udah tua lho, udah susah nginget. Tapi kalo nggak salah inget sih, ada Si Item Ndut, ada Asapz nggak yaa? Lupakan. Aku sudah tak mengingat dengan jelas (Lah, kalo nggak ingat, nggak usah diketik kali. Parah nih orang. Haha).

Kalo nginget semua kenangan di TBA tuh kek pengen nangis deh. Semua itu “tak lekang oleh waktu” *seketika berada diatas panggung sambil nyanyiin lagunya Kerispatih*. Mulai dari membuat Nurmi Ulfiani Sari envy sama aku :D karena pas lagi ada pengajian di Smansa, aku bawa novel “Princess”, terus dia nanya itu minjem dimana, nah aku promosiin deh tuh TBA sama dia. Dan kalian sudah bisa tebak ekspresinya kayak gimana. HEBOOOOH BOOH!!! *masang muka panik*. Tapi, dari situlah awal mulanya LAGI pengurus TBA bertambah. Setelah Si Umy yang tertarik, berikutnya Hasrini. Kalo detail tentang bergabungnya Hasrini, aku mah nggak tau, mungkin diajak sama Si Umy kale :D

Oia, satu kisah yang nggak bakal pernah aku lupa dari TBA itu, saat konflik aku sama Ketua TBA, Hermawan. Haha, kalo ingetnya bener-bener pengen ngakak. Aku kayak “Anak Kecil”  aja yah waktu itu. (Mawan kalo kamu baca ini, sekali lagi aku minta maaf yaa kalo pernah buat kamu kesal. So Sweet. Haha).

Hwaaaaa :( aku kangen baca buku di TBA, aku kangen ngerumpi disana, aku kangen ketawa-ketawa disana, aku kangen semua orang disana, aku kangen minjem buku disana sampai pernah nggak dibalikin selama 4 bulan (Sumpah, yang ini jangan ditiru. Nggak baik), aku kangen makan molen aneka rasa, kangen makan keripik kebersamaan, kangen nulis di “Buku Penghubung TBA”, kangen nulis nama di daftar pengunjung TBA, kangen nulis daftar nama-nama yanng mijem buku, kangen ngedekor TBA, kangen natah buku-buku, kangen ngecek buku-buku yang belum dibalikin dan yang hilang, kangen nulis memo terus ditempelin di dinding TBA, kangen share tentang buku-buku yang udah aku baca sama mereka yang udah baca (terutama Si Umy sama Dek Rais), kangen suasana Seminar, kangen suasana pas nyari dana untuk seminar (panas-panas muter-muter nyari dana untuk seminar), woaah I MISS MOMENTS IN TAMAN BACA AN NAAFI’ SO MUCH MUCH MUCH :(

TBA itu rumah kedua buatku. Walaupun emang intensitas kehadiranku itu tergantung keadaan, kesempatan dan izin ortu. Itulah kenapa selama di TBA aku tak bisa full memberikan yang terbaik buat TBA. Karena faktor izin ortu itulah aku sulit untuk mengikuti berbagai kegiatan yang ada. Disamping semua itu TBA bener-bener membawa banyak manfaat buatku. Tempat Kecil penuh kenangan bersanding IMPIAN-IMPIAN di Jl. Yos Sudaros, Ruko samping RM Padang Lt. 2 . Aku YAKIN, kedepannya TBA bakal berkembang jauh lebih besar, jauh lebih besar, jauh lebih besar dari sebelumnya. *masang muka mirip Romy Rafael*

Guys, If you’ve read this. Ingatlah selalu bahwa TBA itu bukan milik 1 orang, bukan milik Daddy, bukan milik Ka Eka, bukan milik Ka Yayas, bukan milik Ka Ardi, dan kaka-kaka yang lain. Tapi, TBA itu milik kita semua. Sayangilah TBA dan jagalah TBA seperti milikmu sendiri. Yakinlah suatu saat nanti TBA bakal berkembang menjadi lebih besar dari yang ada saat ini, karena “KEYAKINANMU yang menjadikannya NYATA” :D

Well, guys. Capek aku ngetik. Kayaknya musti berakhir disini nggosipin tentang TBA yaa. Lagian sepertinya kalian semua sudah pada capek baca tulisan ini saking kebanyakannya. *masang muka imut sambil nunduk ngucapin terima kasih banyak*.

“TAMAN BACA AN NAAFI’ ??”
“ABSOLUTELY. YESSSSSSS!!!!! *lompat setinggi-tingginya* ”


Twitter: Klik Disini!
Blog: Klik Disini!
E-mail: nian.undayani@yahoo.com

Rabu, 17 Agustus 2011

Eka Permana Putra

Eka Permana Putra
29 Januari 1993
Universitas Muhammadiya Yogyakarta
Teknik Sipil "11'
Alumni SMA N 1 Mimika


MELODI LANGKAH AN-NAAFI’
Hehehehehehe :D gak nyangka ya naafi’ bentar lagi ultah yang ke-2, dah makin tua ajha nhe ,,, hihihihihiih :D happy birthday ea :D moga tman baca an-naafi’ bisa semakin MAJU aminn ,,,, :D
Z masih ingat alee ,,,,,, saat pertama kali z di ajak ma teh laras untuk buat tempat ngumpul wat yang hobi baca, z langsung sjah OK tra usah pikir panjang krna memang ini dari dulu yang z pngin ma the indah. Bareng ma k’ ardy, teh indah, teh laras, dan pak adnan, tonk mulai rapat perdana yang isinya itu membahas tentang dasar dan tujuan, konsep, serta tempat.
Waktu itu k’ ardy yang carikan tempat wat naafi’, tanpa membuang waktu panjang torang langsung mempersiapkan segalanya untuk mendekorasi Naafi’. Mulai dari cat, papan, bersih-bersih, dan sebagainya. Pokoknya tugas tonk do it together ( heheheheh :D), mulai nyapu, ngepel, ngecat, pasang papan. z masih ingat waktu ngelembur ngecat smpe malem sendirian, datang paling pagi sekitar jam 7 dah ngecat sendirian. Nanti law dah sholat duhur pada makan gado-gado bareng J asiiikkk bangettt J !!!!
Tngal 17 AGUSTUS 2009 an-naafi’ resmi di buka oleh Drs. Adnan wasaraka. ( hoorrrrrrrrreeeeeeeeeeeeeeee J ), yang datng ke naafi’ ckup rame da k’ citra dkk. Hari itu jga z ditunjuk sebagai ketua pertama di nafi, hal yang ganjil krna z yang pling blum brpngalaman diantra yang lain. Tpi kk yang lain trus ajukan z jdi ketua, z trima lha itung2 tugas rangkap ( KETOS & KETNAF ).
Gak lama kk2 senior jdi pngrus nafi, krna mreka dah harus focus UN n pkir kuliah. Mereka dengan cekatan cari penerus, dico ( dini hijriana ahmad ), dice ( andinia ), fido ( masrudin ), merkalah yang menggantikan para senior, z jga rekrut z pu ad” yg bsa dpercya Nurmi dkk.
Naafi trus maju mskpun bnyak rintangan tapi TONK TRA KAN MUNDUR !, Z selalu terapkan ke seluruh anggota naafi’ KERJA DENGAN SENANG, pkokx law z ada uang meskipun cman 5 ribu z blikan kripik andalan wat mreka yang hari itu datang. Melihat senyum merka, tawa mereka saat brcnda, gurauan mreka, buat z bahagia.
Lama kelamaan nafi su z anggap keg rmah sndri, tiada hari tnpa ke nafi. Bgtu asiknya law di nafi,ktmu tmen baru, bsa share ini itu, bsa baku toki, bsa bljar bareng, pkokx fun dech dri pda di rmah cman liatin TV. Law z pkir2, z ngerasa z lbih mandri sejak mimpin nafi’ lebih brani ambil kptusan, lbih brani brtindak, lbih brani ambil resiko, lbih bisa lhat situasi. Smua krna naafi’, z sdih sakali wktu liat pngrus nafi loyo, gk da smangat, law dtnya ktax jenuh, bosan, butuh refresh. Pa lgi skrang ad” junior itu keg gmna ke sniornya, gk prnah ksih kbar lgi.
Tiap akhir minggu or bulan, pasti meskipun gk outbound psti z ajak nge es kelpa muda di dico, jokka ke pomako, pkokx liburan kmana jha, gk pduli ada biaya or gak bagiku KEBAHAGIANNYA ANGGOTAKU NOMOR 1 ! nurmilah ya tau gmana usahaku wat kalian semua. Apapun kegiatan yang kita lakukan pasti z utamakan HAVE FUN, mau apapun biar kalian semngat, krja jga gk loyo. z sllu pngen ngrti gmna keadan anggota ku, law mreka da mslah di rmah z sllu pngen dia curhat ke z, spya z thu keadaannya kalian. Sprti itulah yang benar tentang sebuah iktan di organisasi, gk ada jenjang. Z buat dari yang awalnya kalian pada jaim, lama kelamaan kalian ngerasa nyaman N dah anggap z sprt keg teman sndri, bgi z itu sbuah pningkatan terbesar gk ada jengjang antra kita, kita dah bsa mnyatu mnjdi sbuah kesatuan yang utuh.
Memang bnyak duka yg kita alami, bnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk sekaliii. Tapi, lebih bnyak KENANGANG INDAH yang kita lalui bersama. Z pu impian tntang nafi’ dmsa dpan itu sprit ini, pnya tmpat sndri, luas, ada ruang pengrus isinya TV, laptop, khusus wat kalian nyantai, ada ruang baca sndri, ada gazebo di luar + kantin nafi, ad ataman yang indah, ada hotspotx lagi, itu sih impiannya kka. Z pngen skali suatu saat ( entah kapan ? ) an-naafi’ bisa go public secara utuh, gk masalh mskpun masih kontrak. Yang pnting an-naafi pnya pngurus yng berjiwa sosial tinggi, pnya impian yg tinggi, brani berkorban, dan yg pling penting BISA MEMBUAT SENYUM DI SETIAP ORANG YANG BERKUNJUNG J
Trus yang lebih pnting lagi z harap wat para pngurus naafi yg baru, jgan jaim ma kk senior, jgan anggap kita sprti monster, kita teman kok, z harap kalian sering share ma kk senior entah masalh apapun itu, kita akan sngat senang dngar crta kalian. Pa lgi kita jauh, gmna kita thu keadannya kalian, law kalian gk hbngi kita. Trus jga silaturahmi diantra kita, kk slalu ingin kyak dlu lagi ad’ itu pda rebut crita ini crita itu ke sniornya.
Inilah z pu ketikan tntang pngalaman ku di naafi’, bnernya msih bnyak tapi ( hemat beibh :D ) buat kpan2 lagi eaa ,,,,,,
Salam BERSEMANGAT MERAIH CITA !!!!

Selasa, 16 Agustus 2011

Andhinia Timika Cahyani

Andhinia Timika Cahyani 22 juli 1994
Universitas Muhammadiya Yogyakarta
Hubungan Internasional "11" Alumni SMA Alfalah Timika
ABOUT ME AND AN NAAFI

Pengalaman menarikku di An-Naafi tidak terlalu banyak sih, soalnya aku sendiri tidak terlalu sering ke Naafi, sorry ya Naafi, aku punya problem sedikit tentang itu. Padahal aku pengen banget sering-sering ke Naafi dan pengen banget ikut jalan-jalan maupun outbond bareng pengurus Naafi. But it’s ok lah gak masalah, walaupun begitu aku juga gak ketinggalan kabar dari Naafi kok, dan aku juga bakal ngebalas kekuranganku waktu itu disuatu saat nanti (hehe).
Hmmm, kebanyakan basa basi nih. . .
ok, yang menarik dari Naafi yang aku rasain itu adalah semangat dan kebersamaannya walaupun masih ada yang kelihatan kurang bersemangat sih tapii yang penting semangat itu tidak padam sampai sekarang. Hal yang membuat aku tertarik pertama kali dari Naafi adalah semangatnya itu, apalagi saat pertama diajak, itu orang yang ngajak (K’Indah) semangat bener dan bikin aku kaget, soalnya pertama kali diajaknya di suruh jadi model iklan Naafi gitu (ceileh) dan dari situlah aku tahu Naafi itu apa. Walaupun Naafi diawali dari bener-bener nol, dengan semangat itu lah yang akan menjadikan Naafi lebih dan lebih lagi. Intinya sih itu hal menariknya, tapi kalo kejadian-kejadian yang tidak aku lupain banyak juga, dari yang hujan-hujanan, ngedekor Naafi sama k’Indah dan yang lain, tuker pikiran, dll. Hhmmmm, kalo pengalaman saat di Naafi aku ceritain semua, kayaknya bakal kebanyakan deh, kasihan yang baca (hehehe).
Pokoknya Naafi TOP BGT deh, Naafi mengajariku banyak hal, dari semangat, kebersamaan, kerja keras, kekompakan, dan impian. Harapan untuk Naafi kedepannya, semoga makin kompak, tetep jaga kobaran semangatnya, jangan pernah putus asa, dan tetep percaya pada mimpi-mimpi kita bahwa suatu saat nanti tujuan maupun target Naafi akan benar-benar terwujud dan bahkan lebih dari itu semua.
DREAM, MAKE IT HAPPEN
Ini ceritaku, mana ceritamu. . .???
(hehe, kayak iklan indomie aja)
^_^Description: ^_^

Dini Hijriana Ahmad



اسّلامُعليكُم ورحمتُلّاهِ وابركاتُه

Dini Hijriana Ahmad
23 Juli 1992
Teknik Komputer "11"
An-naafi’ sebuah nama yang singkat bermakna begitu besar, yang dapat memberikan sebuah manfaat yang begitu besar pada masyarakat, para pelajar yang ada di papua-timika. Berbanggalah kita bersama an-naafi’ semoga kita menjadi golongan orang-orang yang di muliakan dengan ilmu. Amin sekilas tentang pengalaman di an-naafi’ dan rencana kedepan untuk an-naafi’
Kalau ditanya kenapa mau masuk an-naafi’ ? jawabannya entah mengapa tertarik dengan organisasi tersebut, awal diperkenalkan oleh seorang akhwat yang cantik rupawan yang bernama
“INDAH WATI DEWI” etsss taapi bukan karna akhwat tersebut, tapi karna ucapannya yang memperkenalkan an-naafi’ pada saya. tanpa sedikit keraguan langsung bergabung dengan organisasi tersebut, ya kenapa tanpa keragguan? Karena didalamnya terdapat berbagai macam manfaat, selain saya bisa membaca sesuka hati, mendapatkan teman baru, dan belajar mandiri, ya pada awal itu saya langsung menjadi seorang pengurus an-naafi’ pengalaman saya begitu banyak, mulai dari seminar, memperkenalkan an-naafi’ pada siswa di timika bertempat di SMAN 1, menarik sumbangan masyarakat atas kejadiangempa bumi, susah senang bersama, dan lain-lain. awalnya memang berat untuk mempromosikan an-naafi’ pada temaan-teman, masyarakat, Alhamdulillah semuanya bisa di laluai. Karena disamping menyuruh warga timika untuk mau membaca ada sedikit pahala yang didapat (sebahagian dakwah).. itu pengalaman saya kenapa mau masuk an-naafi’
Kalau ditanya tentang harapan. ya pengennya banyak kalau bisa terwijud Alhamdulillah, kalau tidak bisa, ya semoga terwujud,… harapan-harapan untuk an-naafi’ Yang saya inginkan an-naafi’
Ø Mempunyai gedung sendiri, kenapa? Karena kasihan 2 tahun an-naafi’ berada di kontrakan sederhana, sempit, dan kurang nyaman.
Ø Kemudian mempunyai info-info menarik yang dapat disebarkan kepada masyarakat., berita harian (di Koran, majalah, radio, tabloid, madding di tiap-tiap sekolah ) ya syukur-syukur punya radio taman baca an-naafi’ itu lebih bagus, ya tapi semua itu musti dilakukan satu yang mendukung,, pulusnya. Hehehe,,
Ø Harapan selanjutnya an-naafi’ bisa mempunyai buku yang lebih banyak, kalau boleh jujur saya ingin seperti perpustakaan di kuala.. hehe kapan-kapan main, liput mereka kenapa perpusnya bagus.. heheh.
Ø Sesekali adakan perlombaan tentang karya tulis, sekalian mempromosikan an-naafi’ juga.
Ø Mempunyai kendaraan pribadai an-naafi’ agar keprluan diluar dapat terlaksana, untuk menagih buku pinjaman. Karna belakangan ini sering sekali konsumen lambat mengembalikan buku, itung-itung silaturahmi kerumah konsumen. Dan
Ø Memiliki struktur organisasi yang mantap… itu yang penting. Siapapun yang menjadi pengurus baru kita harus mendukung rencana-rencana mereka.
Satukan hati, satukan tujuan, agar semuanya berjalan dengan apa yang kita inginkan.
Amin… sekian..
وسّلامُعليكُم ورحمتُلّاهِ وابركاتُه

Rabu, 14 Juli 2010

ARDI

ARDI
10 November 1991
Universitas Indonesia
Teknik Komputer "09"

Cita cita adalah masa depan, manusia tanpa cita cita maka manusia tersebut tak punya masa depan. Jadilah manusia yang punya banyak cita-cita, ketika salah satu cita-citamu tak kau raih maka masih banyak cita cita lain yang bisa kau raih. (ARDI)

Selama kau masih remaja, carilah ilmu dan pengalaman sebanyak banyaknya, ketika kau sudah dewasa gunakanlah ilmu dan pengalamanmu itu di kehidupanmu kelak. (ARDI)

Saya memiliki 1001 cita-cita, jika satu gagal maka setidaknya masi ada 1000 cita cita yang bisa kuraih, jika 1000 gagal, masih ada 1 yang kuraih. Kebahagian akan kudapatkan jika satu saja cita citaku saya capai.
Diantara 1001 cita-citaku, ada satu cita cita yang tak banyak orang membayangkannya, jangankan membayangkannya, niatpun tidak,. Apakah itu ? “Membuat Perpustakaan”. Yah, inilah sala satu cita citaku dari 1001 cita cita. Cita-cita yang satu ini muncul ketika duduk di kelas 3 smp, dulu waktu kelas 3 smp, kelasku berdekatan dengan perpustakaan, jadi sering mampir dan duduk di dalamnya sambil menghayal. “Alangkah bahagianya jika mempunyai perpustakaan, selain dapat pahala yang pastinya segudang ilmu akan di raih".

Dalam pohon kehidupanku, saya berharap membuat perpustakaan di umur 30 tahun. 30 tahun umur yang mapan dan bermodal untuk mewujudkan cita-cita yang satu ini. Semenjak hayalan itulah saya sering membeli buku dan mengoleksinya. Meskipun g’ di baca, senang rasanya ketika melihat buku tersusun rapi di rak meja belajarku…

Tapi takdir berkata lain, salah satu sahabatku mangajakku membuat taman baca. Hmhmhmhmhm, patut di pertimbangkan. Ajakan itu muncul ketika saya baru lulus di SMK. Umurku pada saat itu 17 tahun 6 bulan 3 minggu 5 hari atau 6418 hari. Wow, kesempatan langka, tanpa dipikir panjang jawaban langsung oke. Tugas pertamaku mencari tempat yang cocok buat taman bacaku, dkk,. Sebenarnya sih tempatnya pengen di rumahku saja, biar rumahku selalu rameh dikunjungi, tapi sayang, rumahku berada di pedalaman jalan serui mekar Timika, tempat yang tidak strategis untuk taman baca.

Berpikir dan terus mencari dimana letak taman baca yang bagus, pikiranku mulai terbuka. Yah di masjid Al Azhar Timika, sayapun langsung mendatanginya dan berbicara ke remaz Al Azhar. Tapi sayang di tolak dengan alasan masjid dalam pembangunan. Kembali berpikir tuk mencari tempat yang bagus buat taman baca.

Ditengah kesibukanku membangun kios yang terbakar dan menjaga kios yang baru di jalan serui mekar, tiba-tiba datang mas dodi mau membeli minyak goreng di kiosku, tapi botol tempat minyak gorengnya habis kemudian mas dodi menawarkanku beberapa botol untuk di isi minyak goreng curah. Saya pun kerumahnya untuk mengambilnya, tanpa pikir panjang, langsung ke warung sebelah padang saiyyo. Ternyata botolnya ada di lantai 3. Sampai di lantai 2, ada yang baru. Wartel Lasinrang telah di sulap menjadi kamar kos.
Setelah mengisi minyak goreng di botol, saya naik lagi kerumah mas dodi, penasaran liat lantai 2nya. Sepertinya tempat yang bagus buat taman baca dengan pemandangan kota Timika, wow keren. Tanpa pikir panjang ku telpon sahabatku untuk melihat lokasinya. Diapun datang dengan teman-temannya, dan apa yang terjadi. Dia bilang oke. Akhirnya tepat tanggal 30 Agustus 2009 kita menyewa sala satu kamar.

Hari Sabtu tanggal 1 Agustus 2009, saya mendapatkan sesuatu yang tidak pernah saya dambakan sebelumnya, entah itu musibah atau kebahagian sayapun tak tau, saya lulus di Universitas Indonesia, hatiku bercampur senang dan gelisah. Senang karena lulus dan gelisah karena akan meninggalkan taman baca yang telah disewa kemarin. Tanggal 5 agustus saya harus berangkat, sedangkan taman bacanya masih kosong. Di sisah waktu 4 hari, saya dan sahabat-sahabatku bekerja keras untuk membuat taman baca. Mulai dari memotong papan sisa dari pembuatan kiosku dan mengecatnya. Akhirnya satu lembar papan yang panjangnya 375 cm terpasang dalam ruangan kecil yang akan di jadikan tempat buku.
Buku buku koleksi dari Pak Adnan dan sahabatku serta tak lupa juga buku koleksiku tersusun rapi di papan tersebut.
Hari rabu tanggal 5 agustus 2009, selamat tinggal Timika dan selamat datang pahlawan muda di Jakarta Raya, yah pahlawan muda, sebuah lagu yang berjudul “Selamat Datang Pahlawan Muda” untuk penyambutan mahasiswa baru di kampus terbaik di Negeri ini “Universitas Indonesia”.
Meskipun saya di depok, saya tetap menayakan kabar terbaru taman baca yang kutinggalkan ke sahabat-sahabatku. Ternyata mereka disana sedang sibuk mengecat ruangannya. Maafkan saya teman-teman, saya tak bisa membantu. Terlintas di dalam pikiranku, ada yang kurang di Taman Baca. Yaitu pemberian nama buat taman baca. Ku telpon sahabat sahabatku untuk berdiskusi tentang ini. Sebenarnya sih pengennya namanya “Taman Baca Laras” Karena Laraslah awal pemikiran ini. Tapi laras ngancam pengen diberi sandal.Hmhmhmhm.. Jadi di batalkan nama tersebut.

Asmaulhusna, nama nama Allah yang mempunyai kekuatan dan arti tersendiri. Ku buka Al-quranku di halaman pertama yang ada 99 nama Allah. Kupilih satu persatu dan membaca Arti dan maknanya. Akhirnya An-Naafi’ yang artinya Maha Bermanfaat. Dengan harapan taman baca An-Naafi’ dapat bermanfaat buat masyarakat Timika, Sahabat-sahabatkupun setuju dengan nama tersebut.
Tepat tanggal 17 Agustus 2009. Taman Baca An-Naafi’ diresmikan oleh segenap masyarakat Indonesia.
Terima kasih Indah, Terima kasih Laras, Terima kasih Eka, Kalian bertiga adalah sahabat-sahabatku.
Akhir kalimat, kita berempat mempunyai harapan yang sama yaitu menjadikan Taman Baca An’Naafi taman baca yang bermanfaat buat masyarakat. Amin!!!!!!

Minggu, 11 Juli 2010

Deasy Larasandi

Deasy Larasandi
15 Desember 1992
Universitas Gadjah Mada
Kedokteran "10"

Kutipan:
Hobi membaca ternyata tak hanya mendatangkan manfaat ilmu dari buku-buku yang telah dibaca serta dipahami maknanya, namun hal inilah yang justru semakin membulatkan tekad beliau untuk menyebarkan budaya “gemar membaca” di lingkungan sekitarnya.

Saat itu, beliau menawarkanku untuk bersama mengolah beberapa koleksi buku yang beliau miliki agar dapat pula dinikmati oleh orang banyak, khususnya mereka yang “haus” akan ilmu.

Tanpa ragu, aku mengiyakan tawaran tersebut yang juga tentu akan menjadi sebuah tantangan baru (lagi) dalam hidupku. Bersama beberapa kawanku, kami mulai memperkenalkan buku-buku yang ada dilingkungan sekolah. Lantas, siapa yang menyangka bahwa hasilnya akan seperti ini ?! ya, sungguh diluar dugaan, kawan-kawan lainnya disekolah memberikan respon yang baik, bahkan tak jarang guru-guru kami turut membaca bahkan melanjutkan dirumah buku-buku yang cocok dengan selera (hm, maybe!!!)

Nah, dari situlah muncullah keberanian selanjutnya untuk mengenalkan budaya “gemar membaca” pada lingkungan yang lebih luas. Langkah pertama dimulai. Aku ditugaskan untuk mencari beberapa kawan yang semoga saja dapat diwujudkan misi besar ini. Satu hari,,, dua hari,,, belum juga muncul satu namapun di kepalaku. Maka hari ketiga baru muncullah bayangan tentang mereka yang akan diajak bergabung. Entah sebuah kebetulan atau tidak, mereka tanpa ragu menerima tawaran tersebut. Dari situlah kami mulai menyusun langkah-langkah selanjutnya.

Tanggal 1 Agustus 2009, kami telah menemukan tempat untuk dijadikan taman baca. Setelah mengenal ulang ruangan tersebut, menyusun konsep dan hal-hal “penting” lainnya. Akhirnya berdiri sebuah taman baca diseputaran jl. Yos Sudarso.

Bersamaaan dengan hari lahirnya bangsa Indonesia. An Naafi’ diresmikan. Lega sekali rasanya. Mereka memang hebat, mereka pantang menyerah. Mereka berhasil mewujudkan misi ini. Mereka membuatku takkan pernah sanggup tuk melupakan moment special ini. Mereka aku panggil Kak Ardi, Teh Indah, Dek Eka and course with Mr. Adnan.

Indah Wati Dewi


Indah Wati Dewi
8 November 1992
Universitas Muhammadiyah Malang
Pendidikan Matematika "10"

Kutipan:
Kring kring… “Assalamualaikum teh” ? suara diseberang yang lembut dan santun menyapa, menyerap dikesunyian malam. Mata yang semula berat untuk dibuka terpaksa terbuka untuk mendengar suara nan lembut diseberang telepon. Memaksa untuk mendengarnya, menyampaikan ide baiknya. Hem hem hem, membuat sebuah taman bacaan. What ? taman baca. Ada tanda tanya besar di kepalaku, ide gila apa ini??? Tapi…. Keoptimisan menyerap dan tanpa harus berpikir panjang dan dengan ucapan Basmalah akupun menjawab ajakan suara diseberang telepon dan Door…..!!! memecah tanda tanya besar yang muncul diatas kepala bulatku, “yah teh aku setuju”!
Satu niatku saat itu. Tuhan aku ingin lebih bermanfaat untuk orang lain lewat ini “and I can do it”

17 agustus 2009 An Naafi terlahir kedunia di sambut suka cita oleh seluruh anak bangsa di Indonesia. An Naafi’ nama yang indah terangkat dari nama terindah Allah SWT yang berarti Maha Pemberi Manfaat. Nama yang kami berikan kepada Taman Baca yang suatu malam digagas oleh suara nan lembut diseberang telepon. Nama yang kami berikan dengan harapan kelak taman baca ini dapat memberi manfaat untuk orang banyak, memberikan tempat bagi mereka – mereka yang punya harapan dan selalu ingin maju.

Orang bilang memulai sesuatu itu lebih berat dari pada mengakhiri. Yup..! di sini aku belajar. Tak mudah memang kami sekumpulan anak ingusan yang berani bermimpi dan berani mewujudkan menjadi nyata. Disinalah tempat kami belajar untuk tetap optimis dan tak henti-hentinya berjuang. Yah dengan jerih payah kami berusaha mewujudkan ini. Ada yang rela kelozotan untuk ngepel, blepotan g’ karuan kayak badut ancol untuk ngecat, yah its oke… Teman – temanku para Nafizer., meskipun wajah-wajah lelah yang selalu di tutup optimism, wajah wajah ngantuk yang selalu tertahan untuk niat tulus memberi orang lain. No problem kawan..

Yakinlah Nothing is imposible in everthing if we belief in Allah. An naafi tak hanya sekedar berfungsi sebagai taman baca An Naafi juga menjadi rumah ke dua kami
Ya Allah, Jika boleh hitunglah setiap peluh kami disini sebagai amal kebaikan dan ibadah. Tawa yang kami ukir disini semakin mendekatkan kami kepadamu dan jadikanlah tempat ini lading kami untuk menanam dan kelak kami tuai di surgamu. Amin!!