Jumat, 20 Agustus 2010

Pawai Obor Meriahkan HUT ke-65 RI di Timika

TIMIKA - Warga Timika menggelar pawai taptu atau pawai obor keliling Kota Timika yang dimulai dari Lapangan Timika Indah, Senin petang guna memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan ke-65 RI.

Pawai obor tersebut diikuti oleh kalangan pemuda dan pelajar, PNS, para prajurit TNI dan Polri dari berbagai kesatuan yang ada di Timika.

Kegiatan itu dilepas Bupati Mimika, Klemen Tinal didampingi Wakil Bupati H Abdul Muis, Ketua DPRD Trifena Tinal dan jajaran Muspida setempat.

Para peserta pawai obor sambil memegang obor bernyala di tangan berjalan kaki menelusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Timika mulai dari Lapangan Timika Indah, Jalan Budi Utomo, Jalan Yos Sudarso, Jalan Belibis dan kembali finish di Lapangan Timika Indah.

Sebelumnya, Bupati Tinal juga mengukuhkan 35 orang anggota pasukan pengibar Bendera Merah Putih (Paskibra) 2010 bertempat di Gedung Eme Neme Yauware Timika.

Untuk memeriahkan HUT ke-65 RI tahun ini di Mimika, panitia gabungan dari Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia menggelar berbagai kegiatan, diantaranya lomba lari 10 kilo meter, gerak jalan, dan karnaval.

Situasi aman
Kapolres Mimika, AKBP Mochammad Sagi mengatakan suasana menjelang perayaan HUT ke-65 RI di Timika dan Mimika pada umumnya cukup kondusif.

"Situasi keamanan di Timika dan seluruh Mimika cukup aman terkendali. Tidak ada hal-hal menonjol yang dapat memicu kekhawatiran masyarakat," kata Sagi.

Meski begitu, katanya, Polres Mimika bersama semua unsur kekuatan yang lainnya melakukan pengamanan secara rutin agar perayaan peringatan detik-detik Proklamasi di Timika berlangsung aman dan lancar.

"Semua kekuatan dilibatkan untuk melakukan pengamanan menjelang perayaan 17 Agustus di Timika. Kami juga akan memonitor perayaan 17 Agustus yang digelar masyarakat di berbagai tempat," jelas Sagi.

Jumat, 13 Agustus 2010

Unicef Bantu Tingkatkan Kualitas Pendidikan Mimika

Timika, (tvOne)

Badan PBB untuk kesejahteraan anak-anak (UNICEF) membantu peningkatan kualitas pendidikan di Mimika, Papua, melalui program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

"Program Officer" UNICEF Hironimus Sugi, di Timika, Jumat, mengatakan, kerja sama dengan Dinas Pendidikan Dasar Mimika dilakukan untuk meningkatkan mutu, efisiensi, dan pemerataan pendidikan serta mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk bekerja sama secara erat dengan sekolah dan pemerintah.

"Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan kesamaan pandangan terhadap program pemerintah dengan dukungan UNICEF demi peningkatan kualitas pendidikan di Mimika," kata Sugi.

Menurut dia, sebagai tindak lanjut dari kerja sama itu akan dibentuk tim pengembangan MBS yang melibatkan semua unsur termasuk pemerhati pendidikan di Mimika.

Sugi mengatakan, dengan lahirnya UU No 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah yang telah diperbaharui dengan UU No 32 tahun 2004 serta UU No 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah membawa konsekuensi adanya otonomisasi termasuk di bidang pendidikan.

Akibat lanjutannya, demikian Hironimus, pengelolaan pendidikan di daerah menuntut adanya partisipasi masyarakat secara aktif guna meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap memperhatikan kearifan lokal yang berkembang di masing-masing daerah.

Asisten III Setda Mimika Alfred Douw menyambut positif kehadiran UNICEF serta berharap lembaga internasional itu dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Mimika melalui program MBS.

Sedangkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Nilus Leisubun mengatakan kualitas pendidikan yang baik tidak saja ditentukan oleh pihak sekolah dan guru tetapi membutuhkan dukungan dan peran serta orang tua serta lingkungan.

Nilus mengatakan, strategi pendidikan kontekstual penting dikembangkan di Mimika dan Papua pada umumnya agar anak didik menjadi dirinya sendiri bukan menjadi orang lain.

Menurut Nilus, Dispendas Mimika saat ini mengembangkan sekolah dasar skala kecil (kelas satu sampai kelas tiga) di kampung-kampung terpencil yang jauh dari sekolah induk. SD skala kecil itu akan mendidik siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah berpola asrama di ibu kota distrik dan ibu kota kabupaten. (Ant)

Bar Terbesar Di Timika Terbakar

JAYAPURA - Kejadian menggelikan terjadi di Timika, Papua, sekira pukul 22.00 WIT, Kamis (13/8/2010). Puluhan pramuria yang bekerja sebagai penjaja seks di Bar Queen saling berebut lari keluar dari barak, menghindari amukan si jago merah yang melahap tempat tinggal mereka.

Tak pelak, insiden itu mengundang perhatian warga setempat. Ada yang menyaksikan aksi puluhan pramuria tersebut sambil tertawa terpingkal-pingkal dan ada pula yang mencoba untuk menyelamatkan mereka.

"Rasa aneh dan lucu saja, lihat mereka semua lari kebingungan," kata Samsi, warga Timika.

Sekira pukul 22.00 WIT, Bar Queen yang terletak di Jalan Achmad Yani, Timika, Papua, ini ludes terbakar beserta puluhan barak penampung pramuria. Tak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Jumlah kerugian diperkirakan mencapai ratusan jutaa rupiah.

Hingga kini belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Menurut saksi mata Paul Warwarin, api berasal dari ruang VIP di lantai 2.

"Tadi posisi saya ada di lantai satu, tiba-tiba saya melihat asap keluar dari ruang VIP," jelasnya.

Dua unit mobil pemadam kebakaran milik pemda setempat langsung dikerahkan. Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP guna mengetahui penyebab kebakaran. Sedangkan Rudi, pemilik bar belum bisa dimintai keterangan. (video)

Kamis, 12 Agustus 2010

Batal Puasa Pertama Di Timika


TEMPO Interaktif, Timika - “Alhamdulillah.” Ucapan syukur ini hampir bersamaan keluar dari mulut ratusan anggota jemaah yang memenuhi teras samping dan belakang Masjid Babusalam, Timika, Papua, kemarin. Di masjid yang dapat menampung 2.000-an anggota jemaah itu telah berkumpul umat muslim ini sejak pukul 17.00 waktu Indonesia timur.

Tidak seperti di kota lain di Nusantara, masyarakat muslim di Timika tidak ngabuburit dengan berkeliling kota. Mereka memilih berkumpul di masjid mendengarkan alunan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Beberapa saat sebelum acara “batal puasa”(istilah buka puasa jemaah Babusalam), sejumlah lelaki membaca ayat-ayat suci secara bersamaan.“Ini tandanya sebentar lagi acara batal puasa dimulai,” kata seorang anggota jemaah, Husein Abdilah.

Begitu azan dikumandangkan, jemaah yang duduk berjajar di teras belakang dan samping masjid melakukan ritual tersebut. Menu acara batal puasa hari pertama Ramadan ini adalah jajanan dan segelas air mineral.“Makanan batal puasa ini tidak disediakan oleh pengurus masjid, tapi warga yang menyumbangkan secara suka rela,” kata Husein.

Seusai acara batal puasa, jemaah melakukan salat magrib berjemaah.“Setelah salat berjemaah, nanti semua pulang untuk buka puasa bersama di rumah masing-masing. Setelah itu, kita kumpul lagi untuk tarawih," kata Husein.

Menurut Husein, biasanya kelompok-kelompok warga Timika menggelar acara buka puasa bersama. "Biasanya setelah dua atau tiga hari, akan banyak undangan untuk melaksanakan acara batal puasa bersama," kata Husein.

Tidak semua warga muslim Timika melaksanakan acara batal puasa di Masjid Babusalam. Elly Furqon, misalnya, memilih berbuka puasa di rumah dengan anak dan istrinya."Saya tidak di masjid, di rumah saja dengan keluarga," kata Elly.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ibadah puasa di Mimika berjalan aman.
Tidak ada perubahan situasi yang mencolok. Seluruh warga melaksanakan aktivitas sehari-hari seperti biasa."Tapi hari puasa pertama ini kami tidak buka warung,"kata Adi, penjual makanan di Jalan Belibis, Timika.

Pada puasa pertama, sebagian besar warung makan di Timika tutup. Hanya beberapa warung yang menjual makanan khas Papua yang buka.

Di pasar Timika, aktivitas tambahan mulai terlihat. Pedagang sayur dan buah menyediakan barang dagangan lebih banyak dari biasanya. Mulai siang hingga menjelang azan magrib, penjual sayur dan buah di Pasar Timika sangat sibuk melayani pembeli.

Di jalan-jalan protokol, pedagang dadakan mulai terlihat memenuhi sejumlah trotoar untuk menjajakan kolak dan jajanan manis lainnya untuk batal puasa.

Cabai Di Timika Rp 100 Ribu Per KG

Metrotvnews.com, Timika: Kenaikan harga pangan terjadi di Timika, Mimika, Papua. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada cabai merah, yakni Rp100 ribu per kilogram. Sementara harga daging sapi cenderung stabil di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Harga daging ayam pun melonjak naik sekitar Rp2.000, dari Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu. Sementara harga beras berkualitas sedang dijual dengan harga Rp9.000, dari harga semula Rp8.000. Sedangkan beras berkualitas bagus naik dari Rp9.000 menjadi Rp10 ribu per kilogramnya.(video)

Selasa, 10 Agustus 2010

Suku Amungme Tolak Kegiatan Wisata di Puncak Cartensz


TIMIKA--MI: Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) di Kabupaten Mimika, Papua, menyatakan menolak segala bentuk kegiatan kepariwisataan ke Puncak Cartensz atau dalam bahasa setempat dinamakan Nemangkawi yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Sekretaris Lemasa Jhoni Beanal di Timika, Selasa (10/8), mengatakan penolakan terhadap kegiatan kepariwisataan ke Puncak
Cartensz dengan alasan karena merasa tidak pernah dilibatkan oleh Pemprov Papua.

"Kami menolak dengan tegas seluruh kegiatan kepariwisataan ke Puncak Cartensz. Surat penolakan kami telah disampaikan ke Pemprov Papua," kata Jhoni Beanal.

Menurut dia, Pemprov Papua melalui Dinas Pariwisata sekitar Maret dan April 2010 bekerja sama dengan salah satu agen untuk pendakian ke Puncak Cartensz telah menjajaki untuk membuka tempat peristirahatan (cottage) di salah satu dari tujuh puncak tertinggi dunia yang masih ditutupi salju abadi itu.

Namun segala aktivitas tersebut, katanya, tidak pernah dikoordinasikan dengan Lemasa selaku lembaga yang mewadahi warga Suku Amungme yang menghuni 11 wilayah adat (Amungme neisurei).

"Kami menyayangkan karena Pemprov Papua justru menunjuk pihak lain bukan orang Amungme untuk memfasilitasi kegiatan kepariwisataan ke Puncak Cartensz," tambah Jhoni Beanal.

Ia mengatakan, bagi warga Suku Amungme Puncak Cartensz atau Nemangkawi merupakan gunung keramat yang diasosiasikan sebagai kepala, sedangkan 11 wilayah adat termasuk lokasi tambang emas, tembaga dan perak PT Freeport Indonesia di Grassberg merupakan organ tubuh yang lain.

Sehubungan dengan itu, katanya, seluruh kegiatan yang dilakukan di Puncak Cartensz sudah seharusnya berkoordinasi dan seizin Lemasa, terutama keluarga Beanal dan Magal di Kampung Tsinga Distrik Tembagapura yang merupakan pemilik ulayat atas wilayah gletser satu-satunya di daerah tropis itu.

Sebelumnya, Profesor Lonnie G Thompson selaku pemimpin kelompok peneliti pengeboran inti es Papua menyatakan mendukung program pariwisata ke Puncak Cartensz.

"Kalau lebih banyak orang yang datang untuk mengetahui ada gletser di Papua tentu lebih bagus karena saat ini banyak orang tidak mengetahuinya," katanya.

Guru besar dari Ohio State University Amerika Serikat itu mengatakan, kondisi gletser Papua yang terus berkurang secara ekstrim dewasa ini akan memberikan pesan yang kuat bagi siapa pun yang mengunjungi kawasan itu akan kondisi bumi yang kian panas.

Meski demikian, Lonnie berharap agar kegiatan kepariwisataan ke Puncak Cartensz harus terkontrol secara baik untuk menjaga kondisi gletser dan gunung-gunung setempat tetap bersih.

"Itu yang sangat penting, aktivitas pariwisata harus tetap terkontrol," ujarnya mengingatkan.

Lonnie memperkirakan umur gletser yang ada di Puncak Cartensz Papua hanya akan bertahan 20 hingga 30 tahun lagi akibat pemanasan global.

Ia mengatakan , proses pencairan gletser hingga pada akhirnya hilang semua merupakan suatu fakta yang tidak bisa dibendung dengan teknologi apa pun yang dimiliki manusia sepanjang kondisi panas bumi terus mengalami kenaikan.

"Gletser di sini dan di tempat-tempat tropis lainnya yang panas semua akan hilang akibat perubahan iklim," jelas Lonnie.

Hasil penelitian timnya akan selesai akhir tahun ini dan akan dipublikasikan sekitar Juni 2011. Penelitian inti es Papua tersebut merupakan kerja sama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia dengan Byrd Polar Research Center (BPRC) The Ohio State University dan Lamont Doherty Earth Observatory (LDEO) Columbia University, Amerika Serikat yang melibatkan sejumlah pakar dari Amerika Serikat, Australia, Prancis, Italia dan Indonesia. (Ant/OL-3)

Polisi Masih Berjaga Di Pasar Sentral Timika

Metrotvnews.com, Timika: Kepolisian Resort Timika, Papua, Senin (9/8) malam, masih berjaga di kawasan pasar sentral menyusul insiden penusukan disertai pembakaran. Sementara korban penusukan masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit setempat. Penjagaan dilakukan mengantisipasi kemungkinan timbulnya aksi balas dendam menyusul insiden sebelumnya.

Sebelumnya, Senin malam, seorang petugas keamanan pasar, Oktovianus Makle, ditusuk Marsuki, pedagang ikan yang tidak terima ditegur. Pedagang ikan tersebut ditegur karena ugal-ugalan mengendarai motor di dalam pasar.

Warga kemudian membakar motor milik Marsuki yang berusaha melarikan diri dari pasar. Warga sempat panik. Sementara pelaku penusukan langsung ditangkap di rumahnya dan kini mendekam di kantor polisi.(video)

Senin, 09 Agustus 2010

Pemukiman Liar Pemicu Banjir Kota Timika

TIMIKA (Papos) – Drainase yang buruk dan penyempitan daerah serapan air akibat pembangunan pemukiman warga disinyalir menjadi pemicu terjadinya banjir di Kota Timika dalam 2 bulan terakhir. Belum lagi, kebiasaan warga yang masih saja membuang sampah di drainase dan kali sehingga aliran air tidak berjalan dengan lancar.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mimika Ir. Robert Mayaut kepada Papua Pos, di ruang kerjanya, Jumat [6/8].

Kata dia, curah hujan di Kabupaten Mimika ini sangat tinggi, sehingga sangat berpotensi terjadi banjir pada musim hujan akibat tersumbatnya aliran air karena sampah dan penyempitan daerah resapan air karena pembangunan pemukiman penduduk.

Menurutnya, harus ada perencanaan yang matang terkait dengan aliran air di drainase dan kali, sehingga tidak menimbulkan bencana banjir yang lebih besar di masa yang akan datang.“Saat ini beberapa kali yang melintas dalam kota tidak berfungsi dengan baik, selain mengalami penyempitan akibat timbunan, kali juga dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga,” ujarnya.

Kata Robert, Master Plan drainase dan pembuangan air dari kali menuju laut dalam kota Timika saat ini belum ada, sehingga pembangunan drainase terkadang sia-sia karena air yang melalui drainase tidak bejalan lancar menuju penampungan, seperti kali dan selanjutnya mengalir ke laut.“Drainase itu sangat penting untuk manampung air terus dibawa ke kali, agr tidak terjadi kubangan-kubangan air sehingga menyebabkan banjir,” jelas Robert.

Dia berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah tidak di drainase dan kali karena sangat berpotensi terjadi banjir apabila musim hujan tiba seperti saat-saat ini.“Masyarakat harus berperan serta dalam pembangunan, seperti sadar akan membuang sampah pada tempat, merelakan sebagain dari tanahnya untuk pembangunan drainase, ini semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat juga,” tukasnya.

Ditemui secara terpisah ketika memberikan seminar di Timika, Kepala Seksi Observasi Stasiun Geo Fisika Kelas I Angkasapura, Jayapura Cahyo Nugroho mengatakan, bencana yang sangat rentang terjadi di Kabupaten Mimika adalah bencana banjir dan tanah longsor

Hal ini diakibatkan Topografi wilayah Kabupaten Mimika yang rata dan di daerah utara memiliki tebing-tebing yang curam.“Dengan curah hujan yang mencapai 2.500 - 5.000 mili meter per tahun atau berkisar antara 200-400 mm per bulan, wilayah Kabupaten Mimika sangat rentang dengan bencana banjir, apalagi pada setiap musim hujan seperti saat ini,” terangnya.

Sementara itu untuk Bencana Gempa Bumi kata Cahyo, secara umum Kabupaten Mimika tidak memiliki potensi Gempa karena tidak dilalui oleh patahan besar. [cr-56]

Rabu, 04 Agustus 2010

Warga Suku Moni Tuntut Tanah Ulayat Dikembalikan

Metrotvnews.com, Mimika: Unjuk rasa ratusan warga Suku Moni di Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (3/8), di halaman DPRD Mimika, Papua, nyaris ricuh. Ratusan warga Suku Moni menuntut pengembalian lahan ulayat yang digunakan PT Freeport Indonesia. Dalam aksinya mereka menggelar tarian perang serta membawa sejumlah spanduk yang isinya meminta pengembalian tanah ulayat.

Sejumlah anggota DPRD Mimika yang menerima pengunjuk rasa justru terlibat ketegangan dengan pengunjuk rasa. Pengunjuk rasa mengancam akan menduduki kantor DPRD hingga tuntutan mereka dipenuhi, dan menilai dewan tidak serius menanggapi tuntutan mereka. Ketegangan mereda setelah anggota DPRD menjamin tidak ada penggusuran tanah ulayat. Anggota dewan juga berjanji memfasilitasi pertemuan antara warga Suku Moni dan pihak PT Freeport Indonesia.

Sebagian wilayah Waka, Mimika, sebelumnya dibangun Kota Kencana dan sejumlah kantor milik PT Freeport Indonesia. Pelepasan tanah secara adat dianggap tidak sah, karena hanya dilakukan Ketua Suku Komoro dan tidak melibatkan Suku Moni, yang juga merasa memiliki hak terhadap tanah ulayat itu. ( Vidio)

Kamis, 29 Juli 2010

MOS SMK HARAPAN TIMIKA MELIBATKAN ANGGOTA LANUD TIMIKA


Koordinator SMK Harapan Timika Markus Palin, ST mengadakan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) bagi siswa baru yang akan masuk di sekolah tersebut yang juga melibatkan anggota Lanud Timika, Jumat (23/7).

Dalam MOS tersebut beberapa anggota Lanud Timika ikut serta menyampaikan materi tentang Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada hari rabu tanggal 21 Juli 2010 dan hari jumat tanggal 23 Juli 2010. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan kepada siswa baru tentang dasar-dasar PBB serta menciptakan kedisiplinan dan kekompakan bagi diri pribadi masing-masing siswa baru yang akan bersekolah ditempat tersebut.

Materi-materi yang disampaikan dalam MOS di SMK ini yaitu materi dasar tentang PBB, yang pada hari pertama dilatihkan tentang PBB gerakan ditempat seperti latihan posisi sikap sempurna yang benar, latihan penghormatan, latihan hadap kanan dan hadap kiri, latihan hadap serong kanan dan hadap serong kiri dan lain sebagainya. Pada hari kedua dilatihkan tentang latihan gerakkan berjalan, sebagai contoh latihan maju jalan, latihan langkah tegap maju jalan, latihan bagaimana berhenti pada saat dari berjalan dan lain-lainnya.

Selain melaksanakan MOS di SMK Harapan Timika, beberapa hari yang lalu anggota Lanud Timika juga melaksanakan MOS di SMK Petra Timika. Materi yang disampikanpun sama, karena dengan latihan dasar ini diharapkan para siswa baru yang akan masuk sekolah mempunyai jiwa kedisiplinan yang kuat serta mental yang baik.Pentak Lanud Tmi

Rabu, 28 Juli 2010

TIMIKA: Provinsi Papua Tengah Terganjal MRP dan Gubernur

TIMIKA – Tim Pemekaran Provinsi Papua Tengah (PPPT) berharap, provinsi baru itu bisa disahkan pada 13 Agustus 2010, sebagai kado HUT RI. Harapan tersebut disampaikan Ketua Tim PPPT Andreas Anggaibak dalam rapat umum menjaring dukungan terhadap pemekaran tersebut yang digelar di Lapangan Timika Indah, Senin (21/6) kemarin. Hanya saja, aspirasi pembentukan provinsi baru ini belum mendapat persetujuan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Gubernur Papua.

Rapat terbuka yang berlangsung tertib dan aman tersebut dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, dari suku Amungme, Kamoro, Dani, Mee, Batak dan lainnya. “Ini merupakan kado istimewa di hari yang bersejarah bagi kita semua. Dan rapat umum ini merupakan puncak dari usaha tim dalam memperjuangkan PPPT,” kata Andreas Anggaibak.

Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam rapat terbuka tersebut. Antara lain; Wakil Ketua I DPRD Mimika Pieter Yan Magal, Palaksa Lanal Timika Mayor Laut Wens Kapo, Kadis Ops Kaptek Lek Mohyil Umam, Pasi Ops Brimob Ipda D Tugatorop, Kadistrik Mimika Baru James N Sumigar, Ketua Kadin Mimika Deky Tenouye, Direktur Lemasa Nerius Katagame, dan lainnya. Semua yang hadir menyatakan mendukung percepatan terbentuknya Provinsi Papua Tengah dengan ibukota di Timika.

Seperti disampaikan sehari sebelumnya, Andreas Anggaibak dalam sambutannya mengatakan, rapat umum tersebut bertujuan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang hasil kerja Tim PPPT, serta mendengarkan aspirasi dari masyarakat tentang pemekaran Papua Tengah. Dikatakan, Tim PPPT merupakan kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan segelintir orang. Menurutnya sudah hampir 10 tahun tim berjuang untuk menjawab kebutuhan rakyat terhadap PPPT. “Rakyat sangat membutuhkan pemekaran ini, karena banyaknya pengangguran, kesulitan transportasi, perumahan yang tidak layak, kesulitan penerangan listrik,” ujarnya.

Dikatakan, walaupun banyak program pemerintah provinsi, seperti Raskin ataupun yang lainnya, tetapi tidak sampai menyentuh ke masyarakat yang ada di pedalaman. "Hal ini dikarenakan jauhnya lokasi dan luasnya wilayah Papua yang harus dipimpin oleh seorang gubernur,” papar mantan ketua DPRD Mimika periode 2000-2004 ini.

Dia melaporkan, Tim PPPT telah berusaha mewujudkan yang menjadi kebutuhan masyarakat dengan mencari dukungan dari pimpinan-pimpinan daerah, melalui surat keputusan (SK) yang dikumpulkan, baik itu dari bupati ataupun DPRD. Ia menegaskan perjuangan Tim PPPT bukan perjuangan baru. Usaha tersebut terus berjalan berkat dukungan dari komponen masyarakat.

Sedangkan Sekretaris Jenderal Tim PPPT Hironimus Taime mengatakan PPPT memiliki sejarah panjang. Tahun 2003 PPPT penah disosialisasikan, dan kembali dilakukan di tahun 2010 ini yang merupakan puncak perjuangan mempercepat PPPT. Dikatakan Hiro bahwa Provinsi Papua Tengah bukan hal baru. Telah tertera dalam SK Mendagri RI Nomor 174 tahun 1986 tertanggal 8 Oktober 1986 tentang Pembentukan Pembantu Gubernur wilayah III Irian Jaya.

Juga dalam UU RI Nomor 45 tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Tengah, Provinsi Irian Jaya Barat, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Sorong. Tapi karena dianggap vakum, kata Hiro maka keluar Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2003 tentang Percepatan Provinsi Irian Jaya Tengah dan Provinsi Irian Jaya Barat.

“Dengan dasar tersebut Tim PPPT bekerja sampai sekarang ini. Dan PPPT ini bukanlah kepentingan kelompok orang, tetapi kebutuhan masyarakat. Kami, tim PPPT, selama bekerja ini tidak digaji dan semua usaha yang dilakukan adalah banyak dari modal sendiri. Ini dilakukan tidak lain dan tidak bukan demi kepentingan masyarakat banyak,” tegasnya.

Hironimus menjelaskan, tim sudah bekerja untuk mengumpulkan SK dukungan dari beberapa daerah, yang masuk dalam wilayah Papua Tengah. Hasilnya tim mendapatkan SK dari Kabupaten Supriori, Waropen, Kepulauan Yapen, Puncak, Puncak Jaya, dan Kabupaten Mimika. “Untuk Kabupaten Biak, DPRD nya sudah datang ke Jakarta dan mengatakan akan bergabung dengan Provinsi Papua Tengah. Secara prinsip semua daerah yang masuk dalam wilayah Papua Tengah mendukung terbentuknya PPPT. Selain itu dari Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) juga telah memberikan dukungan PPT dengan beribukota di Timika,” papar Hiro.

Hiro mengatakan rapat umum ini merupakan kegiatan puncak untuk mendorong dan mempercepat terbentuknya Provinsi Papua Tengah. Dari rapat ini menurutnya tim akan membuat laporan kepada pemerintah pusat. “Nantinya pemerintah pusat akan melakukan pemanggilan terhadap gubernur, yang merupakan kepanjangan pemerintah pusat di daerah,” ujarnya.

Direktur Lembaga Masyarakat Adat Amungme (Lemasa) Nerius Katagame kemarin menyatakan dukungan kepada Tim PPPT yang telah berjuang untuk mewujudkan dan mendorong terbentuknya Provinsi Papua Tengah. Dia mengingatkan bahwa perjuangan masih panjang, mengingat MRP dan Gubernur belum memberikan dukungan.

Perwakilan masyarakat Suku Kamoro, Philipus Monaweyau juga menyatakan mendukung pendirian Provinsi Papua Tengah dengan ibu kota di Timika. “Kami sangat bangga sebagai orang Mimika apabila Timika menjadi ibukota dari Provinsi Papua Tengah,” ujar Philipus. Dia berharap, Provinsi Papua Tengah nantinya akan memberikan kebaikan dalam hal perkembangan pembangunan bagi masyarakat. Karena selama ini pemerintah provinsi belum 100 persen memperhatikan masyarakat Papua, khususnya yang ada di daerah-daerah. "Untuk itu masyarakat sangat mendukung Provinsi Papua Tengah demi kemajuan dan kepentingan bersama,” papar Philipus.

Wakil Ketua I DPRD Mimimika Pieter Yan Magal juga menyampaikan dukungan. Menurut Yan Magal, DPRD dan Pemda Mimika mendukung dan mendorong pemekaran PPT bisa dipercepat. “Karena PPPT merupakan kebutuhan dari masyarakat, bukan kepentingan oleh sekelompok orang. Dengan terbentuknya PPPT maka kesejahteraan masyarakat akan lebih maju dan berkembang. Apalagi SDA (sumber daya alam) Papua ini sangat kaya, yang bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” papar Yan Magal.

Yan Magal mengungkapkan DPRD Mimika beberapa waktu lalu pernah bertemu dengan parlemen Kaukus Papua untuk membicarakan aspirasi pemekaran Papua Tengah. Dari pertemuan tersebut, kata Yan, Kaukus Papua sangat mendukung dan akan mendorong pemerintah pusat untuk pemekaran Papua Tengah. “Itulah usaha yang dilakukan oleh DPRD Mimika untuk mempercepat pembentukan Provinsi Papua Tengah. Yang perlu diingat kedepannya dari pembentukan Provinsi Papua Tengah adalah pembangunan kondisi yang kuat. Kondisi yang kuat akan memberikan kemajuan yang baik pula,” terangnya.

Tokoh Perempuan Amungme, Demiana Pinimet berharap Provinsi Papua Tengah segera terbentuk. Selanjutnya, pemerintah pusat diharapkan segera menurunkan caretaker gubernur Provinsi Papua Tengah

Menkeu Ngaku Tak Pilih Kasih ke Pemda

JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku tidak pilih kasih terhadap pemerintah daerah (Pemda) tertentu dalam pembagian Dana Bagi Hasil Daerah (DBH).

Menurutnya, pemerintah pusat tidak melakukan diskriminasi berkenaan dengan hal itu. Bahkan pembagian DBH sudah sesuai dengan peraturan undang-undang yang ada.

"Itu sudah disepakati dari diskusi kita dan sudah sesuai undang-undang otonomi daerah," ujarnya di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/7/2010).

Berdasarkan data dari BPK, setidaknya 20 kabupaten dan kota di Indonesia memperoleh transfer DBH sumber daya alam dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar atau sekira di atas Rp400 miliar per kota per kabupaten dibandingkan dengan puluhan kabupaten lainnya atau kira-kira 2.700 kali dibandingkan dengan jatah dari Kabupaten Gunung Kidul.

"Tapi DBH, Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana hasil lain itu sudah disepakati, jadi kita merujuk ke sana (tata aturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku dan disepakati)," tegasnya saat menanggapi fakta tersebut.

Salah satu daerah yang memeproleh DBH terbesar, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang mendapatkan bagian DBH Rp2,5 triliun pada 2009 atau Kabupaten Bengkalis di Riau yang mendapatkan jatah Rp1,5 triliun.

Angka tersebut sangat jauh dan tidak sebanding dengan rata-rata kabupaten paling miskin sumber daya alam, kebanyakan di Jawa yang cuma memperoleh ratusan juta rupiah per tahun.

Contohnya, seperti Kabupatan Gunung Kidul, Sleman dan Kulon Progo di Provinsi DIY, yang masing-masing hanya mendapatkan jatah dana bagi hasil sumber alam sekira Rp144 juta-Rp146 juta per tahun.

Sejumlah daerah yang terbilang kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di pusat lokasi pertambangan batu bara seperti di Kalimantan Timur, sebagian Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Papua. Kalimantan Timur menjadi sedangkan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas.

Sementara itu di Papua ada kabupaten Mimika yang mendapatkan jatah Dana Bagi Hasil Rp440 miliar pada 2009. Wilayah di pegunungan Papua ini mendapatkan dana bagi hasil tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua karena menjadi tempat pertambangan emas dan tembaga oleh PT Freeport Indonesia

Okezone

Selasa, 27 Juli 2010

Laskar Pelangi

NovelLaskar pelangi” ,Ini kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong,
Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris
rubuh dan kalau malam jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup
karena muridnya tidak sampai sepuluh sebagai persyaratan minimal.

“Laskar Pelangi” Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-
satunya yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah
murid baru sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah
pidato penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu
mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. ”Mohon
agar anak saya bisa diterima. Sebab Sekolah Luar Biasa hanya ada di
Bangka,” mohon sang ibu. Semua gembira. Harun, nama anak itu,
menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau
sepanjang beroperasi muridnya cuma sebelas.

“Laskar Pelangi” Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu diangkat dalam
novel dengan judul ‘Laskar Pelangi’ oleh Andrea Hirata, salah satu
dari sepuluh anak itu. Di buku tersebut Andrea mengangkat cerita
bagaimana semangat anak-anak kampung miskin itu belajar dalam segala
keterbatasan. Mereka bersekolah tanpa alas kaki, baju tanpa kancing,
atap sekolah yang bocor jika hujan, dan papan tulis yang berlubang
hingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama.

Laskar Pelangi

Kisah yang tadinya bukan untuk diterbitkan itu ternyata mampu
menginspirasi banyak orang. Seorang ibu di Bandung, misalnya,
mengirim surat ke Kick Andy. Isinya minta agar kisah tersebut
diangkat di Kick Andy karena anaknya yang membaca buku “Laskar Pelangi”
kini bertobat dan keluar dari jerat narkoba. ”Setiap malam saya
mendengar suara tangis dari kamar Niko anak saya. Setelah saya intip,
dia sedang membaca sebuah novel. Setelah itu, Niko berubah. Dia jadi
semangat untuk ikut rehabilitasi. Kini Niko berhasil berhenti sebagai
pecandu narkoba setelah membaca buku “Laskar Pelangi” ungkap
Windarti Kosasih, sang ibu.

Sementara Sisca yang hadir di Kick Andy mengaku setelah membaca novel
itu, terdorong untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ayah yang
selama ini rusak. Begitu juga Febi, salah satu pembaca, langsung
terinspirasi untuk membantu menyumbangkan buku untuk sekolah-sekolah
miskin di beberapa tempat. ”Saya kagum karena anak-anak yang
diceritakan di buku itu penuh semangat walau fasilitas di sekolah itu
jauh dari memadai,” ujar Febi yang juga datang ke Kick Andy untuk
bersaksi.

Andrea Hirata sendiri mengaku novel “Laskar Pelangi” awalnya hanya merupakan catatan
kenangannya terhadap masa kecilnya di Belitong. Dia selalu teringat
sahabat-sahabatnya di masa kecil, terutama Lintang. Sebab tokoh
Lintang merupakan murid yang cerdas dan penuh semangat walau hidup
dalam kemiskinan. Setiap hari Lintang harus mengayuh sepeda tua yang
saering putus rantainya ke sekolah. Pulang pergi sejauh 80 km. Bahkan
harus melewati sungai yang banyak buayanya.

Silahkan DI Download Novel “Lasker Pelangi” Lengkap

download

Ayat Ayat Cinta

Ayat ayat cinta adalah sebuah novel 411 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air.

Sepintas lalu, novel Ayat ayat cinta seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel Ayat ayat cinta merupakan gabungan dari novel Islami, budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda. Dengan kata lain, novel Ayat ayat cinta merupakan sarana yang tepat sebagai media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam, khususnya buat para kawula muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa.

Habiburrahman El Shirazy, penulis novel Ayat ayat cinta, berhasil menggambarkan latar (setting) sosial-budaya Timur Tengah dengan sangat hidup tanpa harus memakai istilah-istilah Arab. Bahasanya yang mengalir, karakterisasi tokoh-tokohnya yang begitu kuat, dan gambaran latarnya yang begitu hidup, membuat kisah dalam novel Ayat ayat cinta terasa benar-benar terjadi. Ini contoh novel karya penulis muda yang sangat bagus!

Ayat Ayat Cinta membawa gw ke ke masa-masa kuliah, saat gw berkomentar bahwa seorang Fahri itu too good to be true, yang kemudian berlanjut ke khayalan “Kapan ya bisa kayak Fahri?”.

Terlepas dari kejanggalan seringnya penggunaan bahasa Indonesia di film itu -yang gw maafkan dengan berasumsi filmnya menggunakan tahu penterjemah Doraemon-, film Ayat-Ayat Cinta itu TE-O-PE-BE-GE-TE Baik dari segi cerita, sinematografi, dan penataan musiknya. Gw merinding pada adegan Aisha membuka cadar di depan Fahri pada saat taaruf dengan diiringi denting gitar Ayat Ayat Cinta. Kumandang suara Uje dan Emha juga kerap bikin bulu kuduk meremang. Ini nonton horor apa drama si?

Setelah menonton film Ayat ayat cinta, beberapa orang merasa ingin menikah. Sementara gw lebih merasa ingin tobat! Pertanyaan di bangku kuliah itu muncul lagi. Tapi kali ini gw ga merasa Fahri itu sosok sempurna. Setiap orang bisa koq kayak dia. Masalahnya gw yang ngerasa kadar keimanan gw tidak berubah banyak 2 tahun ini, justru agak-agak menurun. Kalau denger gosip asrama lantai 5 ada hantunya, Alhamdulillah penghuni kamar kami tidak diganggu. Mungkin karena embahnya hantu ada di kamar itu, huehehehehee..

Bagi gw, masih jauh banget jalannya jadi orang sekualitas Fahri dan mungkin gw ga bakal bisa -gw ga bisa untuk menatap wanita cantik beberapa detik saja, dan lantas mengucapkan Astaghfirullah hihihihi-. Tapi setidaknya, tokoh Fahri dan film Ayat Ayat Cinta mencambuk sisi spiritualitas gw. Bahwa ada cinta yang lebih terasa sempurna, jika kita sabar, ikhlas, dan mengikuti aturanNya.

Download

Dalam Mihrab Cinta

Novel Dalam Mihrab Cinta ini terdiri dari tiga cerita:

Novelet pertama Dalam Mihrab Cinta

1. Takbir Cinta Zahrana
Dalam mihrab cinta Seorang wanita bernama Zahrana, yang dulu menunda-nunda menikah. Dulu pinangan datang silih berganti, tapi dia selalu menolak karena alasan karir dan terlalu memilih. Saat usia sudah lebih 30 tahun, dia pun sadar dan akhirnya mau menikah dengan siapa saja, asal dengan laki-laki yang bisa menjadi imam yang baik untuknya. Sempat melewati berbagai rintangan untuk menuju jenjang pernikahan, terutama sejak dia menolak pinangan seorang dekan kampus yang berakhlak buruk.

Tatkala dia harus rela untuk meninggalkan karir yang telah dijalani selama ini, dan harus menempuh jalan karir yang baru sembali dia berharap dapat menemukan jodohnya, Allah mempertemukan Zahrana dengan seorang penjual kerupuk keliling. Hatinya bergejolak saat itu, ketika harus memutuskan untuk dipersunting oleh penjual kerupuk keliling. Akhirnya mantaplah hatinya dan kebahagiaan yang selama ini dia nantikan hadir. Namun Allah bertakdir lain, di malam hari pernikahannya, Zahrana dibuat shock karena sang calon pendamping hidupnya dikabarkan meninggal dunia tertabrak kereta api.

Di akhir cerita ketika Zahrana merasa tiada lagi harapan hidup, kembali dia harus memutuskan sesuatu yang maha penting bagi hidupnya, untuk menyempurnakan agamanya. Kali ini lamaran datangnya dari seseorang yang tak pernah dia perkirakan sebelumnya, yakni dari seorang mahasiswa bimbingannya. Akankah Zahrana menerima lamaran yang menurut dia ‘gila’ ini? Apa kata dunia?

Dalam mihrab cinta

Novelet Kedua Dalam Mihrab Cinta

2. Dalam Mihrab Cinta
Dalam Mihrab cinta Syamsul Hadi yang difitnah mencuri oleh salah satu temannya di pesantren sehingga dia diusir dari pesantren. Keluarganya pun kini mencampakkan Syamsul, hingga dia memutuskan untuk hidup menyendiri mengarungi beratnya kehidupan dunia. Dia sempat benar-benar menjadi seorang pencopet karena alasan perut. Tapi berkat pertolongan Allah, dia kembali ke jalan yang benar dan namanya kembali bersih, karena pencuri sebenarnya ‘Burhan’ sudah ketahuan.

Perjalanan hidupnya untuk memperoleh hidayah Allah dengan menjadi seorang guru ngaji ternyata tidak berhenti di situ. Tawaran yang lebih menarik sebagai seorang ustad pengisi ceramah dalam acara sebuah televisi swasta mampu mengembalikan kepercayaan keluarganya terhadap Syamsul.

Cinta adalah sesuatu yang menakjubkan. Kamu tak perlu mengambilnya pada orang lain. Kamu selalu memilikinya lebih dari cukup untuk diberikan pada orang lain

Note: ini hanya petikan dari sebuah roman yang juga diberi judul yang sama, yang sedang digarap Kang Abik.

Novelet Ke tiga Dalam Mihrab Cinta

3. Mahkota Cinta
Dalam Mihrab cinta Zulhadi, pemuda indonesia yang merantau ke Malaysia. Demi bisa melanjutkan kuliah ke jenjang S2, dia banting tulang bekerja siang dan malam. Sempat jatuh cinta - dengan seorang TKW yang dikenal saat perjalan dari Batam ke Malaysia - sehingga membuat dia tidak semangat bekerja dan kuliah. Tapi berkat teman-teman satu kontrakannya yang begitu peduli padanya, dengan nasehat-nasehat mereka, akhirnya dia bisa keluar dari permasalahan tersebut, dan berhasil menyelesaikan kuliahnya.

Satu hal yang menarik dari novel Dalam mihrab cinta , karena kesemua tokoh ceritanya bukanlah tokoh yang “sesempurna” ‘ Fahri dan Aisyah di Ayat Ayat Cinta dan ‘Azzam di Ketika Cinta Bertasbih’. Mereka ada orang-orang yang sifat-sifatnya mungkin sangat mudah kita temukan di muka bumi ini.

Download

Free Ebook Download Indonesia Ketika Cinta Bertasbih Episode 1 dan 2

Judul buku : Ketika Cinta Bertasbih (episode 1)
Penulis : Habiburrahman El-Shirazy
Penerbit : Republika – Basmala
Hal : 477 hal, 20,5 x 13,5 cm
Cetakan : Pertama, Februari 2007
Deskripsi Singkat : Novel Ketika Cinta Bertasbih menceritakan tentang Azzam mahasiswa Al-Azhar Cairo yang menyambi sebagai pedagang bakso dan tempe untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya di Kartasura. Azzam sangat rajin bekerja, memasarkan tempe-tempenya ke kalangan ibu-ibu Indonesia yang tinggal di Mesir. Dia juga menerima pesanan bakso untuk acara-acara yang diselenggarakan oleh KBRI. Karena seluruh
waktunya lebih banyak dia gunakan untuk membuat tempe dan berjualan bakso, maka kuliahnya agak terlantar. Sehingga sudah 9 tahun dia mengambil S1 di Al-Azhar tapi belum lulus juga. Sebenarnya Azzam adalah anak yang cerdas terbukti pada tahun pertama di Al-Azhar dia lulus dengan predikat jayyid jidan atau sangat memuaskan.

Silahkan DI Download Ketika Cinta Bertasbih


Krisis BBM Timika Dipicu Cuaca Buruk


Cuaca buruk di perairan Laut Arafura dalam beberapa pekan terakhir memicu krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kota Timika, Papua. Seperti dilansir ANTARA dari petugas pengawas PT Pertamina di Timika Abdul Gassing, stok premium atau bensin di Timika saat ini hanya bertahan untuk empat hari ke depan dengan ketahanan stok sekitar 35 ribu kilo liter (KL).

"Saat ini rata-rata suplai premium ke dua SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) di Timika sebanyak 50.000 sampai 60.000 liter per hari dan suplai ke dua APMS (agen premium minyak dan solar) sebanyak 5.000 liter per dua atau hari," ujar Gassing.

Mengingat kelangkaan BBM di Timika, Pertamina juga mengurangi distribusi BBM ke Kabupaten Asmat dan Yahukimo yang selama ini disuplai dari Timika. Distribusi BBM ke Asmat selama ini dilayani oleh dua APMS, sedangkan untuk Yahukimo dilayani oleh dua pool konsumen.

Gassing mengatakan, persediaan BBM akan kembali normal mulai Rabu (28/7) dengan tibanya kapal tanker jenis LCT Anugerah Perdana 23 yang mengangkut 600 KL premium dan 450 KL solar dari pelabuhan transit BBM di Ambon.

Pihak pengelola kapal juga berencana menambah armada kapal tanker LCT Anugerah Perdana 01 dari Jayapura pada 31 Juli untuk memperbanyak pasokan BBM ke Timika.
"Kami sangat berharap kedatangan kapal tanker yang mengangkut BBM dari Ambon dan Jayapura tidak menemui kendala berarti selama di laut sehingga persediaan BBM di Timika tidak mengalami gangguan," kata Gassing.

Selama sepekan sejak Minggu (18/7) hingga Minggu (25/7), persediaan BBM di Depot Pelabuhan Paumako menipis. Akibatnya, Pertamina mengurangi pasokan BBM ke dua SPBU di Kota Timika sehingga memicu antrian panjang kendaraan bermotor. Selama terjadi krisis BBM khususnya premium tersebut, harga jual premium eceran di Kota Timika sempat menembus Rp20.000 per botol.

Kelangkaan BBM di Timika sering terjadi terutama saat kondisi cuaca buruk di perairan Laut Arafura, mengingat BBM harus diambil di Pelabuhan Wayame Ambon dengan mengoperasikan tiga unit kapal tanker jenis LCT yang berkapasitas kecil.

Sejak sepekan lalu, kondisi cuaca di Timika dan Papua pada umumnya mendung disertai hujan dalam intensitas yang sangat tinggi. Akibat kondisi cuaca buruk tersebut, penerbangan pesawat perintis ke sejumlah daerah pedalaman di Papua dari Timika mengalami penundaan bahkan dihentikan sementara waktu yakni penerbangan Timika-Alama di Distrik Jila.(Tv One)

Senin, 26 Juli 2010

Timika Alami Kelangkaan BBM

Senin, 26 Juli 2010 12:34 WIB

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Timika, Papua masih terus terjadi. Karena khawatir tidak mendapatkan jatah premium, para pengendara motor ribut dengan para pengecer yang antre dengan membawa jerigen. Para pengantri BBM juga nyaris bentrok dengan polisi yang mengamankan antrean.

Kelangkaan BBM ini sudah terjadi beberapa terakhir. Meski antre selama berjam-jam, warga belum tentu mendapatkan BBM karena stok yang terbatas. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pengecer dengan menaikkan harga, dari Rp 10 ribu jadi Rp 20 ribu per botol. (Tv One)